“Placebo is currently the best concert for 2010!” Itulah tajuk yang saya baca dari tweet-tweet rekan saya di Twitter setelah menyaksikan Placebo pada malam sebelumnya. Band yang berasal dari London, Inggris beranggotakan Brian Molko, Stefan Olsdal, dan Steve Forrest ini memang berhak mendapat gelar tersebut, mengingat performance yang mereka berikan pada tanggal 16 Februari 2010 kemarin, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Konser yang berhasil digelar oleh Java Musikindo dan bertajuk L.A. Lights Concert PLACEBO ini mungkin akan menjadi salah satu konser di Jakarta yang akan diingat setelah Muse pada 2007 atau Bjork pada 2008.
Set mereka mulai dengan “For What It’s Worth”, “Ashtray Heart”, dan “Battle For The Sun”. Ketiga lagu tersebut merupakan lagu-lagu dari album terbaru mereka, Battle For The Sun. Jelas sekali mereka dating ke Jakarta memang untuk mempromosikan album terbaru mereka. Dilanjutkan dengan “Sleeping With Ghosts / Soulmates Never Die” yang aransemennya dirubah dari rekaman mereka. Crowd berteriak paling keras tentu saja pada saat “Every You Every Me” dibawakan –mungkin beberapa penonton memang hanya tahu satu lagu itu saja. Dan setelah “Bitter End” selesai, Placebo izin undur diri sejenak dari panggung untuk beristirahat , dan sepertinya bukan sebuah klise konser dimana encore buatan sengaja dibuat, karena selama mereka meninggalkan panggung, terdapat klip pendek seorang penari balet yang diloop, dan set pun dilanjutkan dengan “Bright Lights”. “Infra Red” dan “Taste In Men” pun menjadi penutup set mereka pada malam itu.
Jujur saja, saya hanya mengenal lagu-lagu Placebo dari hits-hits mereka yang selalu bertebaran di stasiun televisi musik -yang pada saat itu masih menyajikan video klip musik berkualitas, sehingga menambah referensi untuk saya sebagai penikmat musik. Namun, mungkin karena kenyataan tersebut, saya tidak terlalu kecewa dengan setlist yang mereka bawakan pada tanggal 16 Februari 2010 kemarin di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, yang dimana mereka membawakan hampir dua per tiga album terbaru mereka, Battle for The Sun. Para penggemar Placebo yang sudah menunggu mereka sejak hype Every You Every Me pada zamannya mungkin lebih menantikan set yang didominasi oleh album-album lama mereka seperti Without You I’m Nothing dan Sleeping With Ghosts. Namun saya secara pribadi merasa terpuaskan dengan apa yang mereka sajikan pada malam tersebut.
Bagaimana tidak? Sound output yang hampir mendekati sempurna, lighting yang megah, performance yang rapih, baik dari Placebo sendiri beserta para additional player yang mereka bawa. Riders yang menurut Adrie Subono (promoter Java Musikindo) mencapai angka 10 ton tersebut seakan menjadi hal yang lumrah.
THE SETLIST FOR WHAT ITS WORTH ASHTRAY HEART BATTLE FOR THE SUN SOUL MATES SPEAK IN TONGUES COPS EVERY YOU SPECIAL NEEDS BREATHE UNDERWATER JULIEN NEVERENDING WHY COME UNDONE DEVIL IN THE DETAILS MEDS SONG TO SAY GOODBYE SPECIAL K BITTER END ------------------ (MENDELSSOHN) BRIGHT LIGHTS TRIGGER HAPPY INFRA-RED TASTE IN MEN