Band metal, 23 lagu. Ya itu sudah cukup menggambarkan konser Trivium, band asal Orlando, Florida, Amerika Serikat (11/02). Bukan pertama kali nya Java Musikindo menggelar konser ber-genre keras ini, sebelumnya sudah ada Avenged Sevenfold (2007, 2008) dan Bullet For My Valentine (2009) yang pernah di undang utuk bermain di Jakarta.
Konser bertajuk Fruit Tea seru-seruan presents Trivium Live In Concert ini di mulai pukul 20.00 WIB. Ribuan metalhead yang mayoritas berkostum hitam-hitam ini sudah memadati wilayah festival dan tribune 30 menit sebelum pertunjukan dimulai. Tak sabar ingin menyaksikan Matthew K Heafy (vocal/guitar), Corey Beaulieu (guitar), Paolo Gregoletto (bass) dan drummer terbaru mereka Nick Augusto bermain, mereka berteriak ‘Trivium..Trivium..Trivium’. Tak lama kemudian intro Kirisute Gomen di kumandangkan, penonton pun dengan cepat langsung berancang-ancang untuk bermoshing ria. Berturut-turut Becoming the Dragon, Throes Of Perdition dibawakan. Break sejenak Matt Heafy pun mencoba kemampuan bahasa Indonesia nya ‘Selamat malam dan terima kasih’ adalah dua kalimat yang paling sering di ucapkan disela-sela antar lagu.
Dilanjutkan dengan tembang-tembang lawas dari album ‘Ascendancy’ dan ‘Ember to Inferno’ seperti
Like Light to Flies,
Pillars of Serpents, Ascendancy, When All Light Dies, Drowned and Torn Asunder memaksimalkan headbang para metalhead malam itu, "wall of death" pun beberapa kali tercipta di kelas festival yang dipadati lebih dari 3000 penonton. Salah satu hits dari album ‘Shogun’
Into The Mouth of Hell We March lalu disambung dengan single pertama dari album yang sama
Down From the Sky kali mengajak para penonton untuk sing a long. Jujur penampilan Matt Heafy dan Corey Beaulieu seperti yang sering kita lihat di video-video livenya benar-benar dahsyat shredding dan licking gitar kedua nya saling melengkapi, namun sayang sepertinya

ada technical problem pada gitar Matt sehingga sedikit mengganggu performa mereka.
Konser mereka di Jakarta adalah salah satu konser Trivium yang paling istimewa, karena disinilah Trivium untuk pertama kalinya memainkan lagu terbarunya yang belum pernah di bawakan live sebelumnya.
Shattered the Skies Above, distorsi gitar dan hentakan pedal drum benar-benar Trivium sekali, tidak jauh berbeda dengan lagu-lagu mereka sebelumnya. Konser malam itu berlanjut ketika mereka memberikan surprise kecil dengan memainkan lagu
Slave New World milik Sepultura. Kejutan kembali berlanjut kala mereka membawakan
Dying In Your Arms. Ya! Lagu yang di ambil dari album ‘Ascendancy’ ini termasuk jarang sekali di bawakan secara live, “Lagu ini diperuntukkan bagi para wanita di sini!” ujar Matt sambil tersenyum.
Dua lagu terakhir adalah
A Gunshot to the Head of Trepidation dan single kedua dari album kedua,
Pull Harder On The Strings of Your Martyr di ‘hajar’secara berurutan dengan jeda yang singkat membuat para penonton kembali headbang, circle pit dan moshing meskipun menjadi 2 lagu terakhir malam itu. Total ada 23 lagu yang di bawakan oleh Matt Heafy cs. Mereka berjanji akan kembali ke Indonesia. Horns up JAVA Musikindo!