[REVIEW] SONICFAIR 2016

Hujan Tidak Redupkan Semangat Metalhead

Lapangan Disjas Baros, Cimahi.

Lapangan Disjas Baros Cimahi sudah dipenuhi oleh metalhead Jawa Barat sedari sabtu (28/8) pagi hari. Nampak masih banyak metalhead yang masih mengantuk namun tetap setiap mengantri sedari pukul 07:00 WIB hanya untuk masuk ke acara bergengsi, Magnitude Sonic Fair 2016. Walau ternyata acara nampak berjalan terlambat, tidak mengusungkan niat metalhead untuk tetap mengantri.

Sonic Fair 2016 yang di selenggarakan oleh Revision Live ini bukan yang pertama kalinya hadir. Tidak hanya menggandeng musisi tanah air, Revision Live juga mengajak band mancanegara seperti Suicide Silence, Fleshgod Apocalypse, dan Deez Nuts.

Crowd (1) copy.jpg

Hari menjelang siang, para metalhead pun semakin banyak memadati area pertunjukkan. Kini giliran band Legendaris yang sudah menjelajahi Indonesia dengan musik death metal dari 1997, Beside untuk tampil. Walaupun tampil di kandang sendiri dengan durasi yang tidak lama, Beside tetap tampil maksimal. Lagu "Aku Adalah Tuhan" yang membuat nama mereka seterkenal sekarang menjadi penutup set penampilan mereka siang itu. 

Keadaan menjadi semakin tidak terkontrol ketika cuaca yang tadinya cerah menjadi sedikit mendung dan kemudian hujan deras, bersamaan dengan penampilan band Rosemary. Walaupun tidak berlangsung lama, sempat membuat metalhead melipir sebentar.

Dengan waktu yang tersisa sedikit mendekati adzan Maghrib, Jasad menyesuaikan penampilan mereka demi menghibur metalhead yang sudah menunggu mereka di baris depan. Namun hal tersebut tidak menjadi sebuah masalah bagi  band yang memiliki seorang frontman yang berpengaruh di dunia musik metal Indonesia yaitu Man "Jasad". Bahkan, Man "Jasad" sempat mengajak selfie para penonton dari atas panggung dan tetap tampil dengan gahar walau hanya sedikit lagu yang berhasil dibawakan. Toleransi agama sangat terlihat ketika Jasad baru memulai lagu ke empat namun harus berhenti ketika Adzan Magrib di kumandangkan.  "kita harus menghentikan penampilan ini untuk menghormati metalhead yang beragama Muslim. Kita tunjukkan bahwa Metal juga punya toleransi." Ujar Man "Jasad" yang menutup penampilan band yang baru saja selesai menggelar rangkaian tur Eropa tersebut. 

Fleshgod Apocalypse (1)A.jpg

Kembali ke Indonesia setelah pertama kali tampil di Hammersonic 2014, Fleshgod Apocalypse yang terkenal memakai corpse paint sebagai dandanan mereka tetap tampil dengan gahar di bawah teriknya matahari yang kembali bersinar. Dengan sedikit penambahan beberapa kipas angin di set panggung yang mereka minta agar tetap nyaman untuk bermain dengan tampilan mereka yang mungkin melihatnya saja sudah membuat kita cukup kepanasan, tampil dengan konsisten. Band technical death metal ini membawakan beberapa lagu baru dari album King yang baru dirilis 5 Februari 2016 kemarin dan juga lagu-lagu terbaik dari album mereka sebelumnya untuk menghibur dan memuaskan para penonton yang sudah memenuhi Lapangan Disjas Baros, Cimahi.

Tidak hanya menunggu penampilan artis mancanegara, metalhead juga setia menunggu band rock oktan tinggi asal Jakarta, Seringai. Dengan durasi yang terbilang sedikit, mereka membawakan set yang cukup menghibur dimulai dengan Intro "Canis Dirus" kemudian langsung dihajar tanpa ampun dengan "Akselerasi Maksimum" agar penonton langsung dibawa berlari berkeliling dalam pusaran brutal dalam lagu "Program Party Seringai".  Walau tidak sempat membawakan "Serigala Militia", Seringai menutup 2 set terakhir mereka dengan lagu "Mengadili Presepsi" kemudian disusul dengan "Dilarang di Bandung" yang menjadi penutup yang memukau di Sonic Fair 2016 kemarin.

Inilah band yang penampilannya juga paling ditunggu oleh para metalhead yang penasaran dengan mereka yang sudah tidak tampil selama 4 bulan di panggung musik Indonesia dikarenakan keluarnya salah satu drummer mereka saat itu yaitu Abah Andris, yang membuat mereka harus vakum sembari mencari pengganti personel yang duduk di kursi drum yang kosong itu. Sampai akhirnya mereka mendapati Putra yang juga dulu sempat bermain di band Killing Me Inside sebagai drummer (additional) Burgerkill untuk kembali menggempur panggung musik Indonesia. Kota asal mereka, Bandung, yang menjadi tempat dimulainya petualangan baru ini. Dimulai dengan lagu Penjara Batin, membuat para begundal (sebutan untuk penggemar Burgerkill) beraksi kembali. 

Suicide Silence akhirnya menggempur Indonesia, namun kali ini ada beberapa feel yang beda dengan vokalis baru mereka yaitu Hernan "Eddie". Hermida yang menggantikan Mitch Lucker yang terkena musibah kecelakaan di tahun 2012 yang menyebabkan nyawanya tidak terselamatkan tersebut tetap membuat Suicide Silence tampil hampir sempurna. Lagu-lagu seperti Unanswered, You Can't Stop Me, Slave to Substance, Wake Up, serta You Only Live Once dibawakan oleh mereka. Energi metalhead seakan semakin bertambah ketika Suicide Silence menghibur mereka, tak peduli pula dengan hujan serta sengat matahari yang telah mengenai mereka. Walaupun monitor sound Suicide Silence tidak berfungsi dengan baik, penampilan mereka tetap maksimal. 

The Sigit serta Turtle Jr yang dijadwalkan akan menghibur metalhead kembali di Sonic Fair 2016 terpaksa mengurungkan niat mereka dikarenakan perijinan yang terhambat. Banyak metalhead yang kecewa dengan keputusan panitia tersebut, dan masih menunggu apakah pemberitaan tersebut hanya candaan. Namun ternyata, The Sigit dan Turtle Jr benar-benar tidak tampil, sehingga penampilan Suicide Silence lah yang menutup perhelatan Sonic Fair 2016. Deez Nuts yang tidak jadi tampil di Sonic Fair 2016 yang sebelumnya juga membatalkan penampilan mereka di Medan Northblast 2016 dikarenakan masalah visa serta perubahan rundown secara mendadak nampaknya membuat Revision Live harus  lebih bisa mengatur rundown acara lebih baik lagi. Mengingat rundown yang telah mereka sebarkan beberapa hari sebelum acara menjadi berubah dengan apa yang di laksanakan pada hari H.

 

Teks oleh: Achmad Soni Adiffa

Foto oleh : Achmad Soni Adiffa dan Nancy Dhamayanti

 

Achmad Soni Adiffa