[REVIEW] WE THE FEST 2016 - DAY 1

Kembalinya Summer Festival di Jakarta Yang Ditunggu

Parkir Timur Senayan, Jakarta

We The Fest, siapa yang tidak tahu summer festival dari Ismaya Live tersebut? Anak muda Ibukota, luar kota, maupun luar negeri beramai-ramai berdatangan bersama kerabat dan orang terdekatnya hanya untuk kembali merasakan perpaduan antara musik, seni, dan ragam kuliner.

Masih bertempat di Parkir Timur Senayan, We The Fest hari pertama ini (13/8) sudah ramai didatangi oleh concert goers yang hadir sejak pukul 12:00 WIB ini baru akan dibuka pada pukul 13:00 WIB. Terdapat dua panggung utama dan satu panggung kecil dalam We The Fest Kali ini. Dua panggung utama adalah WTF Stage dan This is B.A.N.A.N.A.S stage. Sedangkan satu panggung lainnya disebut Another stage. 

We The Fest 2016 hari pertama dibuka oleh penampilan band asal Medan, Pijar, yang telah melewati tahap audisi dari "Submit Your Band Showdown" di panggung This is B.A.N.A.N.A.S stage. Tidak lama setelah penampilan Pijar, Matter Halo siap untuk tampil di WTF stage. Meski belum banyak yang hadir dan terik matahari tidak dapat di hindari, Matter Halo tetap menampilkan penampilan maksimalnya.

Kembali pindah ke This is B.AN.A.N.A.S stage, Sajama Cut akhirnya kembali untuk tampil di depan para penggemarnya. Sejumlah single andalan seperti Whores of the Orient, Bloodsport, Alibi, Paintings/Paintings/ dan lainnya dibawakan oleh mereka. Penampilan mereka yang terlihat selalu enerjik tidak perlu lagi untuk diragukan. Concert goers yang hadir semakin memadati panggung This is B.A.N.A.N.A.S stage. Diketahui bahwa setelah Sajama Cut, Polkawars akan segera tampil. Polka Wars membuka penampilan mereka dengan membawakan lagu Horse Hooves dari album Axis Mundi. Mereka berhasil memenangkan hati concert goers dengan membawakan lagu Can't Feel My Face milik The Weekend's.

Setelah merasakan keseruan dua panggung utama We The Fest 2016, ini saatnya merasakan keseruan panggung khusus yang lebih mengarah kepada panggung intim yang diberi nama Another stage. Biasanya, concert goers dapat duduk santai dan mendengarkan alunan musik dari para musisi independent tanah air. Setelah Deredia membuka panggung ini, kini giliran Silampukau yang menghibur. Silampukau berhasil mengumpulkan penikmat musik indie, atau bahkan mereka yang hanya tertarik untuk duduk santai dan menggerakkan kepala mereka senada dengan alunan Silampukau.

Penampilan yang memukau lainnya datang dari band asal Bandung, Homogenic. Tidak banyak yang ikut melantunkan alunan lagu mereka, namun banyak sekali concert goers yang hadir dan menyaksikan penampilan mereka. Visual yang mereka tawarkan juga tidak membosankan, dan itulah yang mengundang banyaknya mata yang mengarah kepada mereka hari itu.

Salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Rich Chigga, rapper fenomenal berkat video single Dat $tick nya tersebut naik ke atas panggung mengenakan kaos putih bertuliskan "Hilary Clinton thick AF". Penampilannya yang cukup nyeleneh dengan mengeluarkan kata-kata kasar nampaknya menjadi gimmick dari Rapper muda ini. Siapa sangka, concert goers yang cukup memadati This is B.A.N.A.N.A.S stage mengikuti lirik lagu Dat $tick dengan mudah dan lantang. Penampilannya yang agak kaku menjadi suatu pembelajaran baru untuk Rich Chigga agar lebih ekspresif di penampilannya mendatang.

Acara sempat tertunda sebentar dikarenakan cuaca yang mulai tidak mendukung summer festival ini. Nampaknya hujan akan segera turun dan concert goers pun berlarian menyelamatkan diri ke tenda atau stall terdekat. Tepat pada jam 18:25, Adhitia Sofyan tetap tampil di Another stage. Memainkan lagu andalannya seperti Adelaide Sky dan Blue Sky Collapse di tengah rintik hujan menambah kehangatan malam itu. 

Walaupun hujan belum berhenti, pihak Ismaya Live sempat membagikan beberapa jas hujan kepada concert goers. Namun banyak juga concert goers yang kerap membeli jas hujan di luar area We The Fest 2016 dengan harga yang tidak tanggung-tanggung, Rp.50.000!

Disela hujan, Sam Feldt pun terus memainkan musiknya dibalik deck. Nampak tidak ada concert goers yang peduli dengan hujan, mereka kerap bergoyang diiringi musik yang dibawakan Sam Feldt. Confetti dan teriakan-teriakan mereka pun mewarnai gelapnya malam. Usai penampilan Sam Feldt, banyak yang tidak dan memilih untuk diam di tempat sembari menunggu penampilan Purity Ring.

Hujan semakin deras, memaksa para concert goers yang tidak ingin basah kuyup semakin menepi. Kala itu This is B.A.N.A.N.A.S stage sedang di gandrungi oleh para penggemar Dream Koala. Menyalakan rokok, memegang minuman, dan sedikit bergoyang mengikuti alunan Dream Koala mereka rasa lebih baik dibandingkan mengeluh soal hujan. Tidak banyak pula yang bergerak setelah Dream Koala usai, penggemar The Trees and The Wild pun sudah memadapati area penonton. Tidak peduli hujan, The Trees and The Wild tampil maksimal bak menyihir concert goers yang hadir dengan musik mereka. Single terbaru mereka pun, Zaman Zaman, dibawakan dengan indahnya.

Hujan yang semakin deras memaksa panitia dari We The Fest 2016 untuk menutup panggung Another stage. Abenk Alter, Four Twnty, dan Beeswax terpaksa untuk tidak tampil. Bersamaan, Purity Ring menghibur concert goers yang ada di panggung WTF stage. Penampilan perdana mereka di Indonesia disambut baik oleh para concert goers, terlebih ketika mereka membawakan lagu Push Pull dan Begin Again. 

Kini giliran CL mengambil alih panggung WTF Stage. Concert goers serentak lupa dengan kondisi venue yang cukup licin dan berlumpur, mereka asik bergoyang dengan enerjik dengan lagu-lagu dari CL. Walaupun sempat dihujat para pengguna sosial media ketika pihak We The Fest 2016 mengumumkan kedatangan wanita asal Korea Selatan ini, namun semua itu bak dilupakan begitu saja ketika penampilannya memukau banyak concert goers yang hadir.

Penampilan Macklemore dan Ryan Lewis meruppakan puncak penutupan pada WTF stage yang berlangsung bersamaan dengan penampilan George Maple. Macklemore juga baru pertama kali tampil di Indonesia, sudah menarik hati concert goers di setengah penampilannya. Pemenang Grammy ini tampil dengan caranya yang unik, dimulai dari bercerita mengenai buah hatinya hingga memberikan candaan mengenai Brad Pitt yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Brad Pitt's Cousin.  Sejumlah lagu andalan seperti Thrift Shop, Same love, dan Dance Off dibawakan. Macklemore juga mengundang Rich Chigga untuk bergoyang bersama diatas panggung. Lagu Downtown pun dipilihnya untuk menutup penampilan mereka yang fantastis.

Usai melihat penampilan Macklemore, banyak concert goers yang memilih untuk pulang dan mempersiapkan fisik untuk hari kedua We The Fest 2016 dan banyak juga yang memilih untuk menyaksikan penampilan terakhir yaitu Hermitude. Akan menjadi sebuah kerja keras untuk panitia We The Fes 2016 mempersiapkan venue esok hari dari kerusakan akibat cuaca hari ini. 

 

Teks oleh: Afifah Anindya Pradita

Foto oleh: Achmad Sonni, Melina Anggraini, Sancoyo purnomo

 

Afifah Anindya Pradita