[REVIEW] SHIVERINGGROUND 2016

Tanpa Like Mike, Dimitri Vegas Tetap Tampil Maksimal

Ecopark, Ancol, Jakarta

Jakarta kembali di ramaikan oleh salah satu festival musik edm terbaru, ShiverinGGround. Bertempat di Ecopark Ancol, ShiverinGGround yang sukses memberikan hiburan baru untuk para party goers pada hari Jumat (27/5) lalu terbagi menjadi dua panggung. Panggung utama adalah GG Crystal Palace dan panggung lainnya adalah Shiver Electric Cave.

Pembukaan festival ShiverinGGround dibuka oleh Cello pada panggung GG Crystal Palace dan Slim B pada panggung Shiver Electric Cave. Nampak belum terlalu banyak party goers yang hadir. Suasana festival nampak berbeda dari beberapa festival edm yang pernah dibuat di Jakarta sebelumnya. Nampaknya pihak promotor ingin memberikan kesan suasana 'dingin' bak di kutub utara dengan penggunaan ornamen-ornamen es dan penggunaan perpaduan warna dingin seperti biru, hijau, dan putih. 

Semakin larut, party goers yang hadir semakin banyak. Penampilan dari Jay Hardway cukup menarik perhatian party goers yang hadir dan sukses membuat mereka bergoyang bersama. Tidak kalah seru, panggung Shiver Electric Cave pun banyak dipadati party goers yang ingin menikmati alunan musik Pegboard Nerds.

Waktu menunjukkan semakin larut, penampilan utama yang ditunggu yaitu Dimitri Vegas dan Like Mike akan segera tampil. Semua party goers berkumpul di panggung utama untuk menunggu highlight performance ShiverinGGround 2016 malam itu. Namun sayang, saat menaiki panggung Dimitri Vegas terlihat sendirian. Rupanya kawannya, Like Mike tidak dapat hadir dan harus tetap tinggal di Korea karena masalah kesehatan. 

Tampil membawakan lagu-lagu andalannya, Dimitri tetap semangat walau harus tampil tanpa saudaranya. Hampir selesai membawakan set penampilannya, nampak volume dari penampilan Dimitri Vegas diperkecil oleh pihak promotor. Sehingga penutupan penampilan dari Dimitri Vegas dirasa kurang maksimal. 

Total terdapat kurang lebih 17 musisi dari mancanegara, ShiverinGGround memberikan suasana baru untuk penggemar festival musik edm di Jakarta. Untuk kedepannya, promotor dirasa harus lebih jeli lagi dalam pengaturan perijinan dan waktu agar festival dapat berjalan lancar dan lebih maksimal.

 

Foto oleh : Sancoyo Purnomo dan Fajar Mabrury

Teks oleh : Sancoyo Purnomo

Sancoyo Purnomo