[REVIEW] ST. JEROME'S LANEWAY FESTIVAL SINGAPORE 2016

LIBURAN LENGKAP AWAL TAHUN BERSAMA LANEWAY FESTIVAL

The Meadow, Gardens By The Bay, Singapura

Di edisi keenamnya, St Jerome’s Laneway Festival 2016—atau yang lebih akrab disapa Laneway Festival—kembali menjadi “tujuan wisata” kilat penikmat musik indie. Terhitung lebih dari 13.000 pasang mata kembali memenuhi The Meadow, Gardens, By The Bay, Singapura, Sabtu (30/1).

Terbagi menjadi 4 panggung yaitu: Garden Stage, Bay Stage, Cloud Stage, dan White Room, festival tahunan tersebut dibuka dengan grup indie rock asal asal Filipina, Cheats. Kemudian disusul band tuan rumah, Riot !n Magenta. Ada yang menarik dari festival tahun ini, di mana White Room menjadi panggung yang memutarkan musik tanpa henti selama 11 jam penuh ditambah tampilan visual yang apik.

Lengkapnya jajaran artis pengisi dari berbagai macam jenis aliran, mulai dari indie rock, elektronik, sampai dengan jazz fusion membuat festival yang juga digelar di Australia ini begitu komplit. Sebut saja nama-nama seperti: Grimes, Purity Ring, Beach House, The 1975, Chvrches, Battles, sampai Thundercat ikut meramaikan Laneway Festival. Sayang, DIIV yang tadinya ditunjuk juga untuk ikut bermain terpaksa batal dikarenakan masalah keluarga.

Meski disesaki oleh banyak pengisi acara, Laneway Festival tetap dalam pakemnya untuk mendahulukan kualitas yang merata di setiap penampilnya. Mulai dari Grimes dengan tata panggungnya yang memukau dengan hiasan penari latar yang seakan menyempurnakan aksi panggungnya, hingga Beach House yang mengusung musik dream pop “memaksa” nyaris 70% penonton untuk menatap Victoria Legrand dan Alex Scully membawakan “One Thing”, “Space Song”, dan “Elegy to the Void” yang dipilih menjadi lagu penutup.

Grimes yang baru saja merilis album ‘Art Angels’ datang dengan bersenjatakan 10 lagu yang mayoritas diambil dari album teanyarnya. Sedangkan grup experimental rock, Battles tak mau kalah dengan membawakan nomor-nomor seperti “The Yabba”, “Summer Simmer”, “Ice Cream”.

Selain menciptakan pendengar musik beragam dengan kualitas setara, Laneway Festival juga menghadirkan variasi umur yang berbeda. Sebagai contoh, para remaja yang datang menantikan The 1975 dan Chvrches. Yang lebih dewasa lebih memilih Battles dan Grimes sebagai alasan mereka hadir di Laneway Festival.

Kualitas Laneway Festival yang makin baik tiap tahunnya dengan pilihan musisi yang lebih beragam. Lambat laun festival ini akan semakin menjadi destinasi tetap Negara-negara tetangga untuk liburan singkat di awal tahun.

Teks oleh : Melina Anggraini

Foto oleh: Sancoyo Purnomo

Melina AnggrainiComment