JAVA JAZZ FESTIVAL '10 - NEW PLACE, NEW EXPERIENCE! (DAY 1)
Ditulis Oleh Leonardus Rahadimas
Walaupun telah berpindah venue dari yang sebelum nya di Jakarta Convention Center dan kini telah berpindah tempat ke JIExpo Kemayoran ternyata tak menyurutkan animo para pecinta jazz. Awal nya rasa pesimis akan jarak yang di tempuh lumayan jauh ternyata tak terbukti, di “lapangan” pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu (5,6,7 Maret 2010) lalu pun tetap di penuhi puluhan ribu penonton.
Hari pertama perhelatan event akbar bertajuk AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2010 ini tergolong banyak menyedot penonton, salah satu alasannya ingin menyaksikan performa John Legend yang terkenal dengan tembang-tembang seperti “We Just Don’t Care” dan “Ordinary People”. Tak hanya John Legend yang menjadi sasaran penonton malam itu, deretan artis-artis papan atas seperti Eric Benet with Ron King Big Band, Bob James, The Rat Pack with Ron King Big Band, SAXPACK, Michael Paulo serta Sheila Majid.
“Placebo is currently the best concert for 2010!” Itulah tajuk yang saya baca dari tweet-tweet rekan saya di Twitter setelah menyaksikan Placebo pada malam sebelumnya. Band yang berasal dari London, Inggris beranggotakan Brian Molko, Stefan Olsdal, dan Steve Forrest ini memang berhak mendapat gelar tersebut, mengingat performance yang mereka berikan pada tanggal 16 Februari 2010 kemarin, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Konser yang berhasil digelar oleh Java Musikindo dan bertajuk L.A. Lights Concert PLACEBO ini mungkin akan menjadi salah satu konser di Jakarta yang akan diingat setelah Muse pada 2007 atau Bjork pada 2008.
Set mereka mulai dengan “For What It’s Worth”, “Ashtray Heart”, dan “Battle For The Sun”. Ketiga lagu tersebut merupakan lagu-lagu dari album terbaru mereka, Battle For The Sun. Jelas sekali mereka dating ke Jakarta memang untuk mempromosikan album terbaru mereka. Dilanjutkan dengan “Sleeping With Ghosts / Soulmates Never Die” yang aransemennya dirubah dari rekaman mereka. Crowd berteriak paling keras tentu saja pada saat “Every You Every Me” dibawakan –mungkin beberapa penonton memang hanya tahu satu lagu itu saja. Dan setelah “Bitter End” selesai, Placebo izin undur diri sejenak dari panggung untuk beristirahat , dan sepertinya bukan sebuah klise konser dimana encore buatan sengaja dibuat, karena selama mereka meninggalkan panggung, terdapat klip pendek seorang penari balet yang diloop, dan set pun dilanjutkan dengan “Bright Lights”. “Infra Red” dan “Taste In Men” pun menjadi penutup set mereka pada malam itu.
Dalam sejarah American Idol, nama Kelly Clarkson tercatat sebagai pemenang season pertama pada kontes pencari idola yang ternama tersebut. Menangnya Kelly pada tahun 2002 menelurkan empat album, ‘Thankful’ (2003), ‘Breakaway’ (2004), ‘My December’ (2007) dan ‘All I Ever Wanted’ (2009). Album debutnya ‘Thankful’ terjual lebih dari 2 juta kopi di Amerika, dengan modal suara emasnya, Kelly yang saat itu berusia 21 tahun secara instant dikenal oleh penikmat musik dunia.
Kini dengan “All I Ever Wanted World Tour” , Kelly Clarkson memberi kesempatan untuk para pecintanya di Asia untuk ikut menikmati keindahan suaranya secara live. Kelly direncanakan menghibur penggemarnya di Indonesia pada 29 April 2010 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Kedatangan wanita yang pernah memenangkan 2 Grammy ini termasuk yang ditunggu-tunggu oleh promotor JAVA Musikindo karena predikatnya sebagai penyanyi wanita kelas atas, "Alhamdulillah JAVA berhasil memboyong Kelly Clarkson ke Indonesia. Setelah melewati tahap negosiasi yang lumayan alot, saya berhasil meyakinkan manajemennya untuk konser di Indonesia. Maklum saja, nama Kelly cukup besar di industri musik dunia, karena banyak mendapatkan penghargaan seperti Grammy Award dan American Music Award serta MTV Award. Sehingga tidak gampang untuk membawanya ke sini. Jadi saya sangat bersyukur Kelly mau ke Indonesia," ujar Adrie Subono, CEO dari JAVA Musikindo.
Tiket presalenya sendiri sudah dijual mulai Senin, 22 Februari 2010, bagi yang belum membeli, jangan lewatkan penawaran presale dari JAVA Musikindo dan segera beli tiket presale konser Kelly Clarkson di kantor JAVA Musikindo atau www.javamusikindo.com.
Band metal, 23 lagu. Ya itu sudah cukup menggambarkan konser Trivium, band asal Orlando, Florida, Amerika Serikat (11/02). Bukan pertama kali nya Java Musikindo menggelar konser ber-genre keras ini, sebelumnya sudah ada Avenged Sevenfold (2007, 2008) dan Bullet For My Valentine (2009) yang pernah di undang utuk bermain di Jakarta.
Konser bertajuk Fruit Tea seru-seruan presents Trivium Live In Concert ini di mulai pukul 20.00 WIB. Ribuan metalhead yang mayoritas berkostum hitam-hitam ini sudah memadati wilayah festival dan tribune 30 menit sebelum pertunjukan dimulai. Tak sabar ingin menyaksikan Matthew K Heafy (vocal/guitar), Corey Beaulieu (guitar), Paolo Gregoletto (bass) dan drummer terbaru mereka Nick Augusto bermain, mereka berteriak ‘Trivium..Trivium..Trivium’. Tak lama kemudian intro Kirisute Gomen di kumandangkan, penonton pun dengan cepat langsung berancang-ancang untuk bermoshing ria. Berturut-turut Becoming the Dragon, Throes Of Perdition dibawakan. Break sejenak Matt Heafy pun mencoba kemampuan bahasa Indonesia nya ‘Selamat malam dan terima kasih’ adalah dua kalimat yang paling sering di ucapkan disela-sela antar lagu.
Terbentang jarak kurang lebih 120 km dari Ibukota Jakarta ternyata tidak menyurutkan para concert-goers yang ingin menyaksikan band asal Newport Beach California, Saosin. Band yang di perkuat Cove Reber (Vocal), duet gitaris Beau Burchell dan Justin Shekoski (Guitars), Chris Sorensen (Bass) dan Alex Rodriguez (Drum) pada Minggu (31/01) lalu menunjukkan kebolehannya bermusik pada publik Bandung.
Bertempat di The Venue, El Dorado, hujan gerimis menghiasi konser bertajuk L.A. Lights Concert Saosin, hasil kerjasama JAVA Musikindo dan L.A. Lights. Kendati gerimis menyelimuti kota kembang ini namun tidak menyurutkan animo para penonton. Konser dibuka tepat pukil 16.30 dengan lagu “I Keep My Secrets Safe” dari album kedua mereka menjadi awal yang baik, beat yang cepat dan keras sukses menaikkan semangat para penonton. Penampilan mereka berlanjut dengan memainkan lagu dari album “selftitled” yang berjudul “Sleepers” dan “Voices”. vokalis yang kini berambut gimbal ini berteriak ““Jump! Jump! jump! Bandung is a beautiful city. We love to come here and meet you all” ujarnya. Single dari album terbaru nya “Changing” pun di kumandangkan, tak ayal para penonton pun dengan riuh menyambar lagu tersebut dengan singalong bersama-sama. “Collapse”, “Deep Down”, “It’s Far Better To Learn” berturut-turut menghentak sekitar 2000 penonton yang hadir disana.